Muhasabah Diri (
Setelah 3 pekan berturut-turut absen, sekarang hadir liqo setelah sebelumnya ditegur murobby
berangkat jalazah ruhiyah ogah-ogahan karena "permohonan gak dateng" ditolak sama murobby
qiyamul lail dikerjain setengah hati sambil ngantuk-ngantuk karena malu amalan yauminya polos alias kosong waktu di mutabaah murobby
siangnya shaum sunnah, malemnya bales dendam. segala es cincau, es dawet, pop es, puding karamel, serabi, nasi uduk disikat. tumben-tumbennya shaum lantaran dapet ta`limat murobby
kadang hati merasa iri menyaksikan kesolehan saudara-saudari seperjuangan. lail, shaum sunnah, dhuha, rawatib-nawafil, dan tilawahnya mantep. begitu dapet ta`limat gak ada kata lain selain "kami dengar dan kami taat", pun ketika dapet amanah dikerjakan dengan dedikasi tinggi mengharap ridho Allah. tapi iri tinggallah iri. gak ada tindakan nyata untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan kesolehan
kadang hati merasa geram dengan kekejaman yahudi laknatullah terhadap saudara-saudari di Palestina dan belahan bumi lain, tapi cuma geram dihati. gak ada tindakan nyata untuk membela mereka, walaupun hanya sekedar meluangkan waktu untuk mendoakan mereka setelah sholat.
Ya Allah, pantaskan diri ini menyandang gelar Tentara Mu ?
pantaskah diri ini berbangga hati dengan sebutan Ummat Terbaik ?
pantaskah diri ini merasa lebih soleh dari orang lain sedangkan ibadah kami bahkan tidak lebih baik dari semutnya nabi Sulaiman ?
sedangkan secara sadar maupun tidak sadar kami telah menjadikan orang tua, teman, bahkan murobby sebagai illah kami selain Mu.
secara sadar maupun tidak sadar kami beramal atas dasar malu, takut, segan kepada makhluk yang tidak sebanding dengan Mu
Rabbana, ampuni kesalahan dan khilaf kami. maafkanlah kebodohan kami. jangan Kau hukum kami karena kelemahan kami. sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha pemberi hidayah. Engkaulah pelindung kami dunia akhirat. hanya kepada Engkaulah kami kembali.